PROPER KLHK dan Cara Meningkatkan Peringkat Perusahaan
Banyak perusahaan baru serius menyiapkan PROPER dua bulan sebelum penilaian. Padahal yang dinilai adalah kinerja sepanjang satu periode penuh. Dokumen bisa dikejar dalam dua bulan, tapi data pemantauan emisi bulanan yang kosong di pertengahan tahun tidak bisa dimundurkan.
Perbedaan antara perusahaan yang naik peringkat dan yang bertahan di tempat biasanya sudah ditentukan jauh sebelum berkas dikumpulkan.
Apa yang Sebenarnya Dinilai PROPER
PROPER adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, dijalankan Kementerian Lingkungan Hidup. Hasilnya berupa peringkat warna yang diumumkan ke publik: emas, hijau, biru, merah, dan hitam.
Yang membedakan PROPER dari sertifikasi lain adalah sifatnya. Ini bukan sertifikasi sukarela yang Anda beli dari lembaga penerbit. Ini penilaian pemerintah terhadap perusahaan yang ditunjuk, dan hasilnya dipublikasikan. Perusahaan tidak bisa memilih untuk tidak ikut, dan tidak bisa menyembunyikan hasilnya kalau ternyata buruk.
Penilaiannya terbagi dua lapis. Lapis pertama menilai ketaatan terhadap peraturan: izin lingkungan, pengelolaan limbah B3, pengendalian pencemaran air dan udara, serta kerusakan lahan bila relevan. Perusahaan yang lolos seluruh aspek ini mendapat biru.
Lapis kedua hanya berlaku bagi yang sudah taat, dan inilah yang menentukan apakah bisa naik ke hijau atau emas.
Kenapa Biru Sudah Bagus tapi Sering Dianggap Gagal
Ada salah paham yang cukup luas di kalangan manajemen. Peringkat biru sering dianggap nilai pas-pasan, padahal biru berarti perusahaan taat sepenuhnya terhadap seluruh peraturan yang berlaku.
Yang perlu dipahami, jarak dari merah ke biru dan dari biru ke hijau adalah dua jenis pekerjaan yang sama sekali berbeda. Naik ke biru soal memenuhi kewajiban. Naik ke hijau soal membuktikan Anda melakukan lebih dari yang diwajibkan, dengan data kuantitatif yang bisa diverifikasi.
Banyak perusahaan menargetkan hijau tanpa menyadari bahwa itu menuntut sistem pengukuran yang sama sekali baru, bukan sekadar usaha yang lebih keras.
Yang Dituntut untuk Naik ke Hijau
Efisiensi yang Bisa Diangkakan
Bukan sekadar mengklaim sudah hemat energi. Yang diminta adalah angka: berapa kilowatt jam yang dihemat dibanding tahun sebelumnya, dari kegiatan apa, dengan investasi berapa. Klaim tanpa data pembanding tahun sebelumnya tidak akan dihitung.
Di sinilah banyak perusahaan tersandung. Program penghematannya nyata dan berjalan, tapi tidak pernah diukur sejak awal, jadi tidak ada garis dasar untuk membandingkan.
Pengurangan Limbah dan Pemanfaatan Kembali
Berapa persen limbah yang berhasil dimanfaatkan kembali, dialihkan dari pembuangan akhir, atau diserahkan ke pihak pengolah berizin untuk didaur ulang. Untuk perusahaan di sektor plastik dan daur ulang, aspek ini justru paling potensial karena datanya memang sudah tercatat sebagai bagian dari operasional.
Program Pemberdayaan Masyarakat
Bagian yang paling sering dikerjakan asal ada. Membagikan bantuan sekali setahun tidak dianggap program pemberdayaan.
Yang dinilai adalah apakah program tersebut mengubah kemampuan ekonomi masyarakat secara terukur, punya rencana jangka panjang, dan pada akhirnya bisa berjalan mandiri tanpa perusahaan. Program bank sampah binaan yang akhirnya bisa membiayai operasionalnya sendiri jauh lebih bernilai dibanding donasi bernominal besar.
Pembaruan yang Perlu Diantisipasi
Arah kebijakan beberapa tahun terakhir mengarah pada pelaporan digital yang terintegrasi dan lebih dekat ke waktu nyata. Konsekuensinya cukup besar bagi perusahaan yang selama ini mengandalkan rekap manual menjelang tenggat.
Kalau data pemantauan Anda masih dikumpulkan dari beberapa berkas terpisah milik orang berbeda, lalu digabung menjelang pelaporan, sistem semacam ini akan makin sulit dipertahankan. Membenahinya sekarang jauh lebih murah dibanding membenahinya saat sudah diwajibkan.
Kesalahan yang Berulang Setiap Tahun
Menyerahkan seluruh urusan ke satu orang. Ketika orang itu resign tiga bulan sebelum penilaian, tidak ada yang tahu di mana berkasnya dan bagaimana logika penyusunannya.
Menyalin program tahun lalu dengan angka yang diperbarui seadanya. Tim penilai membandingkan dengan berkas tahun sebelumnya, dan pola semacam ini gampang terlihat.
Mengabaikan aspek yang dianggap kecil. Satu izin yang kedaluwarsa bisa menahan peringkat di lapis pertama, sehingga seluruh usaha efisiensi dan pemberdayaan tidak sempat dinilai sama sekali. Ini kejadian yang paling disayangkan karena pekerjaannya sudah dilakukan, hanya gagal karena administrasi.
Manfaat yang Nyata dan yang Dilebih-lebihkan
Manfaat yang paling konkret adalah akses pasar. Sejumlah pembeli besar dan mitra ekspor mensyaratkan peringkat tertentu bagi pemasoknya. Nilainya bisa dihitung dari kontrak yang bisa atau tidak bisa Anda akses.
Manfaat kedua yang nyata tapi tidak otomatis adalah efisiensi biaya. Ini hanya muncul kalau pengukuran dilakukan serius, karena proses pengukurannya sendiri yang mengungkap pemborosan yang selama ini tidak terlihat.
Yang sering dilebih-lebihkan adalah manfaat reputasi di mata konsumen akhir. Sebagian besar konsumen tidak tahu apa itu PROPER. Nilai reputasinya lebih terasa dalam hubungan antar bisnis, dengan regulator, dan dengan calon investor.
Menyusun Persiapan dalam Satu Periode Penuh
Kalau target Anda naik peringkat, sebarkan pekerjaannya sepanjang tahun alih-alih menumpuknya di akhir.
Kuartal pertama sebaiknya dipakai untuk membereskan perizinan. Periksa seluruh izin yang berkaitan dengan lingkungan, catat tanggal kedaluwarsanya, dan ajukan perpanjangan jauh sebelum tenggat. Ini pekerjaan administratif yang membosankan tapi menentukan apakah usaha di kuartal berikutnya akan dihitung atau tidak.
Kuartal kedua dan ketiga adalah masa mengumpulkan data. Pemantauan emisi, konsumsi energi dan air, timbulan limbah, serta pelaksanaan program pemberdayaan. Kuncinya konsistensi bulanan, bukan volume data.
Kuartal keempat baru dipakai menyusun laporan dan melakukan verifikasi internal. Kalau di tahap ini Anda masih sibuk mengumpulkan data mentah, artinya tiga kuartal sebelumnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Siapa yang Sebaiknya Terlibat
Melibatkan hanya tim lingkungan adalah kesalahan yang berulang. Data konsumsi energi ada di bagian utilitas, data produksi ada di operasional, data biaya ada di keuangan, dan program pemberdayaan biasanya dijalankan bagian hubungan masyarakat.
Tanpa mekanisme yang menyatukan keempatnya secara rutin, tim lingkungan akan menghabiskan waktu mengejar data ke berbagai divisi, dan itu selalu terjadi di saat yang paling mepet.
Kelengkapan yang Mendukung Aspek Pengelolaan Limbah
Aspek limbah B3 adalah salah satu yang paling sering menahan perusahaan di lapis pertama. Ketersediaan wadah dan kantong limbah B3 dengan simbol serta label yang sesuai, dalam kondisi layak dan jumlah memadai, termasuk hal mendasar yang diperiksa saat verifikasi lapangan. Plastiklimbah.com menyediakan kelengkapan ini untuk kebutuhan industri dan kawasan komersial.
Kesimpulan
Kalau target Anda naik peringkat tahun depan, mulailah dari hal yang paling membosankan: pastikan tidak ada satu pun izin yang akan kedaluwarsa, dan pastikan pengukuran konsumsi energi serta timbulan limbah berjalan setiap bulan mulai sekarang.
Dua hal itu tidak memerlukan anggaran besar, tapi tanpa keduanya, program apa pun yang Anda jalankan tidak akan bisa dibuktikan saat dinilai. Untuk kelengkapan pengelolaan limbah B3, Anda bisa melihat pilihannya di plastiklimbah.com.
Butuh Solusi Pengelolaan Limbah?
Plastiklimbah.com menyediakan kebutuhan pengelolaan limbah dan sanitasi untuk industri, kawasan komersial, dan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.




