Apakah Kita Menang Melawan Polusi Laut?

Setiap tanggal 8 Juni, kita memperingati hari perairan sedunia, hari dimana pemerintah, korporasi, dan komunitas mendeklarasikan komitmen mereka untuk menjaga perairan kita semua. Namun dibalik slogan tersebut, apakah kita menang melawan polusi laut?

Apakah Kita Menang Melawan Polusi Laut?

Penggunaan Plastik Tidak Menurun, Justru Semakin Beragam

Polusi plastik justru meningkat secara global. Pada tahun 2023, produksi plastik secara global mencapai 400 juta metrik ton plastik, rekor yang sangat tinggi. Proyeksinya, sampah plastik akan terus meningkat hingga mencapai dua kali lipat pada 2060 jika perilaku kita tidak diubah.

Walaupun pelarangan penggunaan plastik seperti dilarang menggunakan sedotan dan tas belanja sekali pakai, sektor manufaktur justru memutar balik tujuan produksi mereka ke arah packaging dan tekstil sintetis. Ini bukan pengurangan, namun merubah arah.

Mari kita jawab, apakah kita mulai mengurangi plastik, atau justru merubah arah?

Janji Daur Ulang vs Realita di Laut

Pemerintah seringkali mempromosikan bahwa daur ulang adalah solusi yang tepat. Sejauh ini, hanya kurang dari 10% plastik yang akhirnya didaur ulang. Di Daerah pesisir, dimana polusi laut umumnya berasal, fasilitas manajemen limbah justru begitu kurang.

Laporan dari UN di tahun 2023 menunjukkan, bahwa 75% dari plastik yang berasal dari daerah pesisir dengan pendapatan rendah, berakhir di TPA bahkan lingkungan itu sendiri.

Sistem yang kita gunakan kalah dalam hal mengurangi plastik. Sistem kita tidak bisa mengimbagi pertumbuhan penggunaan plastik oleh konsumen itu sendiri.

Bagaimana dengan Komitmen dan Hukum yang Berlaku?

Lebih dari 170 negara telah menandatangani perjanjian UN Global Plastics Treaty. Beberapa bahkan sudah menerapkan larangan pada mikroplastik, styrofoam, dan produk sekali pakai. Namun ketika kamu membandingkan peraturan dan implementasinya, jaraknya sangat jauh.

Penelitian terbaru dari The Pew Charitable Trusts menemukan bahwa kurang dari 20% dari peraturan pengurangan plastik adalah pemaksaan. Pihak yang ditargetkan seringkali lolos, dan pertanggungjawabannya sangatlah minim.

Hal ini artinya kita bukan kekurangan ambisi, namun kita kekurangan eksekusi yang tepat.

Hal yang Hilang: Akuntabilitas dan Keterlibatan

Plastik di perairan bukanlah sekedar krisis lingkungan, namun ini adalah krisis visibilitas. Masa depan bukanlah tentang inovasi, namun tentang keterlibatan.

Jadi, Apakah Kita Menang Melawan Polusi Laut?

Belum, namun kita bisa menang jika menerapkan cara yang benar. Sampai semua botol dihitung, semua janji memiliki bukti, dan sampai plastik tidak berakhir di lautan.

elena-koycheva-bGeupv246bM-unsplash

Tidak Menemukan Barang Yang Anda Cari?

Request Barang Yang Anda Butuhkan Sekarang!

Kami dapat menyediakan barang yang anda butuhkan walaupun tidak ada di katalog