Sanitasi yang buruk memiliki dampak yang besar bagi negara kita. Mulai dari dampak kesehatan hingga dampak ekonomi. Berikut ini adalah 4 dampak sanitasi buruk di Indonesia
Dampak Kesehatan
Sanitasi yang buruk memiliki dampak yang banyak bagi masyarakat. Mulai dari masalah kesehatan yang sangat serius terutama pada kelompok rentan. Kelompok rentan inilah yang kebanyakan terdampak oleh penyakit karena sanitasi seperti diare. WHO mencatat diare sebagai penyebab utama kematia anak di negara berkembang, seperti indonesia. Diperkirakan ada 100.000 bayi yang meninggal setiap tahun akibat diare di Indonesia.
Selain diare, sanitasi buruk juga berkontribusi pada masalah gizi kronis yang menyebabkan stunting atau pertumbuhan terhambat pada anak. Hal ini dikarenakan anak-anak yang menderita diare tidak dapat menyerap nutrisi secara optimal, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan fisik dan otak. Kondisi ini memiliki dampak buruk jangka panjang terkait kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Lingkungan yang tidak higienis akan meningkatkan resiko terkena penyakit lain yang lebih berbahaya, seperti tifus, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), tuberkulosis (TBC), dan penyakit-penyakit kulit. Tumpukan sampah dan genangan air juga akan menjadi hewan pembawa penyakit seperti nyamuk, lalat, dan tikus.
Dampak Lingkungan
Sanitasi yang buruk tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, namun juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Pencemaran air adalah salah satu dampak paling nyata. Limbah yang tidak terolah dengan baik, akan mencemari air dan sumber air minum, yang akan menjadikan air tersebut tidak layak minum. Praktek membuang sampah ke sungai akan merusak kualitas air, mengganggu ekosistem yang ada di sungai, dan pada akhirnya mengurangi pasokan air bersih bagi masyarakat.
Selain air, tanah juga terdampak oleh pencemaran akibat sanitassi yang buruk. Partikel mikroplastik, logam berat, dan zat kimia berbahaya yang berasal dari proses penguraian plastik dapat masuk ke dalam tanah dan membuat tanah tersebut tidak subur.
Pencemaran udara juga menjadi masalah yang besar disini, pembakaran sampah plastik di ruang terbuka akan melepas partikel mikroplastik dan logam berat seperti timbal.
Dampak Ekonomi
Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi Indonesia. Negara ini, setiap tahunnya mengalami kerugian hingga Rp 56 trilliun akibat sanitasi yang tidak memadai.
Kerugian ini juga akan membebani keuangan rumah tangga secara langsung akibat penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi buruk. Mulai dari diare, transportasi, obat-obatan, dan perawatan medis yang akan membebani keuangan keluarga.. Selain itu keluarga yang tinggal di daerah dengan sanitasi yang buruk, seringkali harus mengeluarkan biasa lain utuk membeli air bersih dan produk penunjang lainnya.
Dampak Sosial
Sanitasi yang buruk akan berdampak kepada sosial masyarakat, memperparah kesenjangan, dan martabat manusia. Salah satu dampak utamanya adalah hambatan pendidikan anak. Anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang buruk, cenderung lebih absen di sekolah karena sakit dan gangguan lainnya, yang pada akhirnya menurunkan potensi prestasi akademik dan meningkatkan resiko putus sekolah.
Kesenjangan sosial juga diperparah oleh kondisi sanitasi yang buruk. Masyarakat miskin dan terpinggirkan seringkali tidak memiliki akses ke fasilitas sanitasi yang layak, sementara masyarakat yang lebih mampu dapat dengan mudah mengaksesnya. Akses terhadap sanitasi yang baik bahkan dapat menjadi simbol status sosial, yang semakin memisahkan kelompok kaya dari kelompok miskin.43