3 Jenis Plastik Ramah Lingkungan

Istilah “ramah lingkungan” yang terdapat pada kantong plastik terkadang terdengar membingungkan dan menyesatkan pengguna plastik. Penting untuk memahami apa sebenarnya arti dari ramah lingkungan itu sendiri, terutama yang terdapat pada 3 jenis plastik ramah lingkungan berikut ini.

plastik ramah lingkungan

1. Plastik Biodegradable

Mungkin kamu sering mendengar kata “biodegradable”, namun sebenarnya apa artinya sih? Biodegradable berarti bahan tersebut dapat diurai oleh mikroorganisme alami seperti bakteri dan jamur yang terdapat di tanah ata dalam kondisi tertentu seperti pengomposan. Plastik yang terurai ini akhirnya akan menjadi karbon dioksida, metana, air, dan garam anorganik, yang artinya jauh lebih aman daripada plastik konvensional.

Walaupun hal tersebut terdengar menjanjikan masa depan, sayangnya istilah “biodegradable” tidak diatur secara ketat dan tidak ada maksimal batas waktu yang ditentukan untuk proses penguraian. Sebetulnya semua material dapat terurai dalam waktu tertentu, untuk konteks plastik konvensional, umumnya benda ini dapat terurai dalam waktu ratusan hingga ribuan tahun. Akan tetapi, walaupun plastik biodegradable akan terurai jika dalam kondisi lingkungan spesifik, kondisi lingkungan di kebanyakan tempat pembuangan (TPA) tidak memenuhi syarat kondisi tersebut. Akibatnya, plastik biodegradable tidak dapat terurai secepat yang seharusnya. Jadi seharusnya ada standarisasi tentang material, maksimal waktu terurai, dan dampak setelah penguraian seperti apa. Hal ini ditujukan untuk memperjelas istilah “biodegradable” agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang hanya memikirkan keuntungan.

2. Plastik Compostable

Plastik compostable adalah jenis plastik yang dapat dikomposkan, hal ini berarti bahan didalam plastik tersebut dapat terdegradasi dan terurai dalam kondisi kompos karena reaksi biologis, yang pada akhirnya akan terurai sempurna menjadi karbon dioksida, air, dan garam anorganik. Plastik ini dirancang untuk terurai secara tepat waktu dengan laju yang konsisten jika bahan dasarnya sama. Kelebihan lain dari jenis plastik ini adalah, saat terurai, plastik compostable tidak menghasilkan residu atau racun berbahaya.

Produk plastik yang mengklaim “compostable” harus diuji untuk memenuhi standar pengomposan seperti ASTM D6400 dan ASTM D6868. Standar ini menyaratkan bahwa produk yang dapat dikomposkan dapat terurai dalam awktu 90 hari dan tidak meninggalkan residu berbahaya.

3. Plastik Oxo-degradable

Plastik “oxo-biodegradable” seringkali merupakan bentuk klaim yang menyesatkan. Hal ini dikarenakan plastik “oxo-biodegradable” sebenarnya adalah plastik konvesional yang ditambahi bahan kimia yang membuatnya dapat hancur lebih cepat. Setelah dibuang, plastik ini akan menjadi rapuh dan cepat berubah menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Namun hasil penguraian ini akan menjadi mikroplastik berbahaya dan dapat masuk kedalam air atau makanan makhluk hidup secara tidak sadar.

Kesimpulan

Plastik saat ini sudah berkembang ke arah yang lebih ramah lingkungan. Mulai dari yang bisa terurai secara sempurna ataupun menjadi benda yang lebih kecil. Maka dari itu alangkah baiknya kita beralih ke pilihan terbaik untuk lingkungan kita dalam penggunaan plastik.

elena-koycheva-bGeupv246bM-unsplash

Tidak Menemukan Barang Yang Anda Cari?

Request Barang Yang Anda Butuhkan Sekarang!

Kami dapat menyediakan barang yang anda butuhkan walaupun tidak ada di katalog