16 Penyakit Akibat Sanitasi yang Buruk

Kebersihan yang buruk dapat menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit, mulai dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa. Berikut ini adalah 16 penyakit akibat sanitasi yang buruk Penting untuk dipahami bahwa tingkat keparahan dan kemungkinan komplikasi penyakit dibawah ini untuk mengetahui pencegahan dan penanganannya secara efektif. .

Penyakit akibat sanitasi yang buruk

Penyakit Ringan

Penyakit ringan umumnya tidak mengancam nyawa dan mudah diobati, namun penyakit ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan fatal jika tidak ditangani dengan baik.

Kudis (Scabies):

Kudis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau mikroskopis yang akan menyebabkan ruam dan gatal yang parah. Penyakit ini menular melalui kontak fisik langsung, terutama pada lingkungan yang kotor. Meskipun penyakit ini tergolong ringan, garukan dapat menyebabkan penyakit ini menyebar, dan pada kasus yang lebih parah akan berkembang menjadi kudis berkrusta.

Tinea Pedis (Kutu Air/Kurap Kaki):

Tinea Pedis atau kutu air adalah infeksi jamur pada kulit kaki. Kutu ini tumbuh subur pada lingkungan yang lembab dan hangat. Gejalanya meliputi gatal, kulit bersisik, dan kemerahan. Penyakit ini dapat menyebar ke kuku dan menyebabkan infeksi yang lebih parah jika kulit kamu pecah-pecah.

Penyakit Sedang

Penyakit dalam kategori sedang ini memerlukan perhatian medis atau jika tidak, dapat berubah menjadi penyakit yang serius atau mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan segera. Berikut ini adalah penyakit dalam kategori sedang.

Diare:

Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar dengan bentuk cair. Penyebabnya adalah virus, bakteri, atau parasit yang ada pada lingkungan yang kotor, air tidak bersih, dan kurang bersih dalam mencuci tangan. Diare parah dapat menyebabkan dehidrasi dan mengancam jiwa, terutama pada anak-anak.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA):

ISPA adalah penyakit yang memengaruhi sistem pernapasan. Penyakit ini diakibatkan oleh virus, bakteri, dan parasit. Penularan penyakit ini dapat melalui tangan yang terkontaminasi atau droplet. Lingkungan padat dan ventilasi ruangan yang buruk bisa meningkatkan resiko terpaparnya ISPA. Penyakit ini berbahaya bagi kelompok rentan seperti lansia dan bayi karena dapat menyebabkan henti napas dan gagal organ.

Salmonellosis:

Salmonellosis adalah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri salmonella dari makanan atau air yang terkontaminasi, bisa juga karena kurang bersih dalam mencuci tangan. Gejala dari penyakit ini meliputi diare, demam, dan sakit perut. Dehidrasi adalah resiko yang umumnya terjadi, dan dalam beberapa kasus indeksi dapat menyebar ke darah, tulang, sendi, bahkan otak.

Penyakit Berbahaya

Penyakit dalam kategori berbahaya disini adalah penyakit yang memiliki potensi menyebabkan kompilkasi serius, kerusakan organ permanen, bahkan kematian jika tidak ditangani dengan segera.

Hepatitis A:

Hepatitis A adalah penyakit infeksi hati menular yang disebabkan oleh virus Hepatitis A (HAV), ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi akibat sanitasi bruuk. Walaupun pada kebanyakan kasus pasien dari penyakit ini akan sembuh, namun pada beberapa kasus penyakit ini dapat menyebabkan gagal hati akut, terutama pada lansia.

Kolera:

Kolera adalah penyakit serius akibat bakteri Vibrio cholerae yang berkembang biak pada daerah dengan air bersih terbatas dan sanitasi buruk. Penyakit ini menyebabkan diare parahm muntah, dan dehidrasi berat yang dapat berakibat fatal dalam hitungan jam jika tidak ditangani.

Demam Tifoid (Tifus):

Demam Tifoid atau biasa dikenal dengan penyakit Tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang dapat ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi feses. Penyebab dari penyakit ini adalah kurangnya akses air bersih dan toilet yang kotor. Kompilkasi serius yang dapat terjadi meliputi pendarahan, usus berlubang, dan kerusakan organ yang lain.

Disentri:

Disentri adalah penyakit gastrointestinal yang ditandai dengan diare berdarah dan berlendir. Penyakit ini disebabkan oleh amoeba atau bakteri. Penularan penyakit ini sangat tinggi dan dapat menyebabkan dehidrasi berat hingga gagal ginjal.

Amoebiasis:

Amoebiasis adalah penyakit infeksi usus yang disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica. Penyakit ini umumnya muncul pada daerah padat penduduk dengan sanitasi yang buruk. Sekitar 90% dari penyakit ini berkembang tanpa adanya gejala, dan jika sudah menyebar dapat menyebabkan abses hati atau kolitis parah. Angka kematian pada penyakit ini sangatlah tinggi.

Leptospirosis:
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dari urin hewan yang terinfeksi dan dapat menular melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi. Gejala dari penyakit ini mirip flu, namun dengan bentuk yang lebih parah dan dapat menyebabkan pendarahan internal, kerusakan ginjal, dan gagal hati yang fatal.

Demam Berdarah Dengue (DBD):

DBD atau biasa dikenal dengan demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Penumpukan sampah dan genangan air adalah tempat yang ideal bagi nyamuk untuk berkembang biar. Penyakit ini dapat berkembang semakin parah menjadi syok dengue yang dapat mengancam jiwa dengan pendarahan yang hebat.

Penyakit Pes (Plague):

Penyakit Pes adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang ditularkan melalui gigitan kutu dari hewan pengerat dan kontak dengan hewan yang terinfeksi seperti tikus. Penyakit ini umumnya dijumpai di daerah padat penduduk dengan kebersihan yang buruk dan sampah yang menumpuk. Penyakit ini dapat berakibat fatal dan mengancam jiwa.

Malaria:

Malaria adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi parasit yang ditularkan oleh nyamuk. Pencemarah air akibat sampah menjadi tempat berkembang baiknya nyamuk ini. Penyakit ini dapat menyebabkan malaria berat jika tidak ditangani segera dan merusak otak, ginjal, paru-paru, dan menyebabkan anemia parah yang berujung pada kematian.

Tuberkulosis (TBC):

TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh penyakit Mycobacterium tuberculosis. Walaupun penyebab penyakit ini bukan dari kotoran fisik, namun sanitasi lingkungan yang buruk, ventilasi ruangan yang kurang baik, dan kepadatan hunian dapat meningkatkan resiko penularan penyakit ini. Dampak dari penyakit ini adalah kerusakan permanen pada paru-paru dan organ lain, serta stunting jika terjadi pada balita.

Kecacingan (Helminthiasis):

Cacingan adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi parasit cacing yang mengganggu penyerapan nutrisi. Penyakit ini dapat menyebabkan malnutrisi, anemia, dan stunting jangka panjang jika tidak segera diobati. Penyakit ini disebabkan karena pembuangan limbah yang buruk di lingkungan tersebut.

Kesimpulan

Praktek sanitasi pribadi dan lingkungan yang baik dibarengi dengan infrastruktur sanitasi yang memadai sangat berkontribusi besar untuk mencegah penyebaran penyakit-penyakit ini dan dapat melingdungi kesehatan masyarakat dan lingkungan disekitar.

elena-koycheva-bGeupv246bM-unsplash

Tidak Menemukan Barang Yang Anda Cari?

Request Barang Yang Anda Butuhkan Sekarang!

Kami dapat menyediakan barang yang anda butuhkan walaupun tidak ada di katalog