Cara Membuang Sampah Plastik Yang Benar
Sampah plastik adalah masalah serius di Indonesia. Infografik ini akan memandu Anda cara membuang dan mengelola sampah plastik dengan benar untuk lingkungan yang lebih bersih.
Timbulan Sampah Nasional
56,6 Juta Ton
Total sampah di Indonesia pada tahun 2023. Angka yang sangat besar ini membutuhkan pengelolaan serius.
Proporsi Sampah Plastik
~18%
Atau setara dengan 10,28 juta ton dari total sampah adalah plastik yang sulit terurai secara alami.
Tingkat Daur Ulang
<10%
Sangat sedikit sampah plastik di Indonesia yang berhasil didaur ulang. Sebagian besar berakhir mencemari lingkungan.
Kenali Jenis Plastikmu
Setiap produk plastik memiliki kode daur ulang. Mengenali kode ini adalah langkah pertama untuk memilah sampah dengan benar. Grafik di bawah menunjukkan jenis plastik yang paling umum dan potensi daur ulangnya.
Grafik ini membandingkan kemudahan daur ulang berbagai jenis plastik. PET dan HDPE adalah yang paling mudah dan umum didaur ulang, sementara PVC dan PS lebih sulit dan jarang diterima oleh fasilitas daur ulang.
Langkah-Langkah Membuang Plastik dengan Benar
Mengelola sampah plastik tidak hanya tentang membuangnya ke tempat sampah. Ikuti alur proses ini untuk memastikan plastik Anda dapat didaur ulang secara maksimal dan tidak mencemari lingkungan.
Pilah
Pisahkan sampah plastik dari sampah organik (sisa makanan) dan sampah lainnya. Kelompokkan plastik berdasarkan jenisnya jika memungkinkan (botol, kemasan, dll).
Bersihkan
Bilas botol, wadah, atau kemasan plastik dari sisa makanan atau minuman. Sampah plastik yang bersih memiliki nilai jual lebih tinggi dan lebih mudah diolah.
Keringkan & Remas
Setelah bersih, keringkan plastik. Remas atau gepengkan botol plastik untuk menghemat ruang di tempat sampah dan memudahkan proses pengangkutan.
Salurkan
Setorkan sampah plastik yang terkumpul ke bank sampah terdekat, berikan kepada pemulung, atau buang di tempat sampah khusus daur ulang yang tersedia.
Komposisi Sampah Laut di Indonesia
Sebagian besar sampah yang tidak terkelola dengan baik berakhir di laut. Plastik mendominasi polusi ini, membahayakan ekosistem laut. Memahami komposisinya menyadarkan kita akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Plastik Sekali Pakai (45%)
Kantong kresek, botol minum, sedotan, dan kemasan makanan menjadi penyumbang terbesar. Ini adalah target utama untuk dikurangi (reduce).
Puntung Rokok (15%)
Filter rokok mengandung plastik dan menjadi sampah mikro yang berbahaya bagi biota laut.
Peralatan Makan Plastik (12%)
Sendok, garpu, dan gelas plastik seringkali tidak didaur ulang dan langsung mencemari lingkungan.
Lainnya (28%)
Termasuk jaring ikan, styrofoam, karet, logam, dan kaca yang juga merusak ekosistem laut.
